Polibag Enceng Gondok

Bercocok tanam merupakan salah satu kegiatan yang saat ini banyak digalakkan atau dianjurkan untuk dilakukan mengingat jumlah lahan yang semakin berkurang dan jumlah polusi yang meningkat. Dengan bercocok tanam, setidaknya Anda dapat menambah pasokan oksigen dan Anda dapat memperoleh hasil tanaman tersebut tanpa membeli di pasar misalnya untuk jenis sayuran. Untuk menanam tanaman, Anda memerlukan pot atau polibag. IPB (institut Pertanian Bogor) berhasil membuat polibag dari tanaman enceng gondok.

Inovasi polibag tersebut dibuat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Iis Tentia Agustin, Gempur Irawan dan Nurlia Damayanti. Polibag ramah lingkungan inovasi mahasiswa Institut Pertanian Bogor tersebut menggunakan enceng gondok yang biasanya hanya dibuang atau dijadikan pakan unggas ataupun ternak seperti bebek. Ide pembuatan polibag dari enceng gondok seperti yang dikatakan oleh Gempur bermula dari keprihatinan banyaknya sampah kantong sampah plastik yang menumpuk dan susah untuk terdegradasi atau terurai.

Eceng gondok adalah tanaman yang bernama latin Ecihhornia crassipes yang merupakan tumbuhan air yang mengapung. Karena enceng gondok mempunyai kecepatan tumbuh yang cepat, tanaman yang disebut juga sebagai Kelipuk di daerah Palembang tersebut, sering dianggap gulma yang mampu merusak lingkungan perairan. Namun ternyata, tanaman ini mengandung selulose yang merupakan serat yang dapat menggantikan plastik.

Polibag yang dihasilkan oleh para mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) tersebut telah diuji coba oleh petani cabai yang ada di Garut. Awalnya penelitian enceng gondok dilakukan sejak tingkat pertama di laboratorium kerja milik Dr. Irzaman. Dari penelitian tersebut didapatkan jika 5 kg enceng gondok dapat menghasilkan sekitar 100 buah polibag yang memiliki diameter kurang lebih 4 cm. Keunggulan dari penggunaan polibag ini adalah petani dapat langsung menanam tanaman capai tanpa perlu repot untuk melepaskan polibag, karena polibag enceng gondok tersebut dapat terurai dengan sendirinya dan menjadi pupuk. Sehingga dapat menjadi tambahan unsur hara dan menyuburkan tanaman. Hasil inovasi dari 3 mahasiswa IPB tersebut mampu meraih Juara 1 untuk Agrotech’s Fair 2015 yang merupakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional di UNS (Universitas Sebelas Maret).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *